ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Gema Rakyat – Mantan Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq
membongkar salah satu penyebab sikap diam Aung San Suu Kyi. Menurut dia, meski
Suu Kyi menang mutlak di Myanmar, tapi di Rakhine State partainya keok.
“Di wilayah itu partai De Arakan National Party menang. De
Arakan National Party ini adalah partai yang beraliran etnosentris yang mengedepankan
betul supermasi Burnis asli. Dan original of burnist menurut ideologi De Arakan
National Party adalah yang pertama, orang yang lahir dari orang tua Burma. Yang
kedua beragama Buddhist,” kata Mahfudz Siddiq Dalam diskusi bertema “Rohingya
Update”Kaukus HAM DPR, di Media Center DPR, Senin , 11 September 2017.
Pembicara lainnya adalah anggota Komisi XI Fraksi PDIP yang
juga anggota ASEAN Parliamentarians for Human Right (APHR), Eva Sundari dan
Henky Kurniadi juga Fraksi PDIP serta Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) PBB untuk
menangani kasus Rohingya.
Namun Marzuki hadir hanya sebentar saja dia buru-buru
berangkat ke Rohingya.
Politisi PKS itu melanjutkan, kalau partai tersebut
berkolaborasi sangat intens dengan militer dan berkolaborasi intens dengan sejumlah
kelompok pendeta Buddhist yang radikal.
“Di Rakhine State, paham etnosentrisnya sangat kuat, dan
tidak ingin adanya penyelesaian tuntas terkait krisis Rohingya, termasuk tidak
setuju kalau etnis Rohingya, diakui sebagai nasional etnik grupnya danmendapatkan
kewaranegaraan.”
“Kalau kita lihat pada skala domestik politiknya di Rakhine
State atau pemerintah pusatnya termasuk Suu Kyi sendiri dia tidak memiliki
kontrol penuh terhadap wilayah ini,” sambungnya.
Menurut Mahfudz, secara politik muncul pertanyaan seberapa
besar posisi politik Suu Kyi untuk mengimplementasikan rekomendasi dari
adversory komisinya yang dipimpin Kofi Anan.
Dengan terjadinya kasus yang kemarin dan berlarut sampai
hari ini. Maka itu menunjukan satu fakta tambahan, bahwa Suu Kyi tidak mampu
mengontrol kekuatan militer dan politik domestik di Arakan State. Dia juga
mulai terbawa dengan permainan politik dari kekuatan militer dan kekuatan
politik lokal.
“Saya pikir dalam konteks ini kita punya konsen yang sama,
bagaimana semua pihak termasuk berbagai negara dan lembaga multiteral sekarang
ini harus bekerja bahu membahu mendorong dan support Suu Kyi untuk
mengimplementasikannya,” jelas Mahfudz.
Terlepas dari kritik dan kelemahan Suu Kyi, tambah dia,
Indonesia punya obligasi membantu dan mendorong Suu Kyi untuk bisa menjalankan
transisi dan juga menjalankan rekomendasi tersebut.
GEGER..!!! KATA PAK Gatot: Prajurit TNI Siap Jihad. Tolong Jangan Jihad Serang Umat Islam, Kalau Berjihad Lawanlah China Tiongkok! SETUJU TIDAK...???

0 Response to "Terbongkar...!!! BARU SAJA..!! Inilah Fakta Di Balik Diamnya Aung San Suu Kyi Dalam Kasus Rohingya"
Posting Komentar